E-HEALTH
E-HEALTH
Definisi
dan Konsep Dasar
Internet
saat ini sudah menjadi sarana komunikasi yang penting dan efektif di seluruh
dunia dan banyak bidang yang menggunakannya. Aplikasi e-learning dalam bidang
pendidikan, e- commerce dalam bidang bisnis, dan e-government dalam bidang
pemerintahan sudah banyak diimplementasikan dan terbukti memberi manfaat untuk
masyarakat. Bidang kesehatan pun kini sudah melirik potensi internet ini.
Sekarang ini, internet menjadi sarana pembelajaran dan pertukaran informasi
yang berguna untuk penyedia layanan kesehatan (provider) dan pengguna layanan
kesehatan (consumer). Berdasarkan perkembangan teknologi dan kebutuhan
masyarakat akan akses layanan kesehatan yang praktis dan efisien, lahirlah
konsep e-health sebagai jawaban atas tuntutan tersebut. Di negara lain, seperti
Amerika Serikat, Jerman, atau Australia, e-health sudah diimplementasikan dan
terus berkembang. Bahkan di Eropa, e-health sudah mulai dikembangkan sejak
tahun 1989.
Dilihat
dari Beberapa penelitian yang terkait dengan perkembangan teknologi seperti
penelitian yang dilakukan oleh Manganello, Jennifer, et al.
(2017) dalam artikelnya yang berjudul “The relationship of health literacy with use of digital
technology for health information: implications for public health practice.” (Journal
of public health management and practice) menyebutkan pelayanan kesehatan
masyarakat sangat dipengaruhi penggunaan teknologi digital, penerapan
intervensi kesehatan dalam pengembangan teknlogi digital sangat efektif dalam
melayani masyarakat. Hal yang serupa juga yang disampaikan oleh Moller, Arlen C., et al. (2017) dalam
artikelnya yang berjudul “Applying and advancing
behavior change theories and techniques in the context of a digital health
revolution: proposals for more effectively realizing untapped potential.” (Journal
of behavioral medicine) bahwa penerapan intervensi kesehatan berbasis teknologi
digital dinilai sangat menguntungkan. Pertama, dapat memperlancar akses
pelayanan, mempermudah jangkauan pelayanan terhadap masyarakat. Kedua, dapat
memindahkan intervensi kesehatan ke platform digital dan menghadirkan riset
dengan peluang baru untuk memajukan teori dan konsep pelayanan kesehatan.
E-Health atau
Electronic Health adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk
memproses berbagai jenis informasi kedokteran dalam melaksanakan pelayanan
klinis (diagnose atau terapi), administrasi serta pendidikan. Dengan E-health,
masyarakat dapat melakukan transaksi melalui koneksi data dan secara realtime.
Mungkin tidak semua kegiatan dapat dilakukan secara sistem, namun banyak
hal-hal yang mempermudah masyarakat, seperti: booking dokter secara online
melalui website, forum online untuk bertanya seputar kesehatan dengan dokter, dan
sebagainya.
Definisi formal eHealth dapat ditemui antara lain
sebagaimana diajukan oleh World Health Organization (WHO), yaitu ““the use of
information and communication technologies (ICT) for health to, for example,
treat patients, pursue research, educate students, track diseases and monitor
public health.” Sementara dalam KepMenKes Nomor 192/MENKES/SK/VI/2012
disebutkan bahwa eHealth adalah pemanfaatan TIK di sektor kesehatan terutama
untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
Mengacu pada definisi eHealth yang diajukan WHO di atas,
maka eHealth mencakup secara komprehensif segala urusan pemerintah yang terkait
dengan pelayanan kesehatan seperti: pelayanan pasien, penelitian dan pendidikan
bidang kesehatan, pengendalian penyakit serta pemantauan kesehatan masyarakat
secara umum. Dalam konteks ini maka pengembangan dan implementasi eHealth di
suatu negara melibatkan beberapa institusi kunci yaitu: Pemerintah (c.q.
jajaran Kementreian dan Dinas Kesehatan, Konsil Kesehatan), Institusi pelayanan
kesehatan (rumahsakit, klinik, apotek), Institusi pendidikan, serta Institusi
pembiayaan kesehatan seperti asuransi.
Manfaat
dan Kendala
Dengan sistem
E-Health, masyarakat maupun anggota medis dapat menerima dan memberikan
informasi secara detail dan cepat dengan bantuan teknologi berbasis
komputerisasi. Berikut manfaat dari penerapan sistem E-Health dalam dunia
kedokteran:
·
Peningkatan efisiensi
atau penurunan biaya.
·
Peningkatan kualitas
pelayanan kesehatan.
·
Pembuktian diagnose
melalui evaluasi ilmiah
·
Pemberdayaan pasien
dan konsumen
·
Mendorong terjadinya
hubungan yang lebih baik antara pasien dan tenaga kesehatan
·
Pendidikan bagi
tenaga kesehatan dan masyarakat
·
Mendorong tumbuhnya
komunikasi dan pertukaran informasi antar lembaga pelayanan kesehatan
·
Perluasan ruang lingkup
pelayanan kesehatan.
Berdasarkan tipe
pengguna, eHealth dibagi menjadi 3 yaitu:
1.
Informatika konsumen
(consumer informatics)
Pada tipe ini,
umumnya eHealth digunakan untuk memberikan informasi kesehatan kepada pasien
dan masyarakat umum serta memfasilitasi komunikasi antara praktisi kesehatan
dengan pasien di luar jam praktik. Sistem ini dapat berupa situs ataupun
aplikasi kesehatan berbasis mobile.
Contoh: situs
Klikdokter, layanan apotek online, hingga layanan konsultasi dokter 24 jam.
2.
Informatika medis dan
klinis (medical/clinical informatics)
Bagi para dokter, eHealth membantu
meningkatkan akurasi diagnosis dan terapi dalam bentuk telemedicine. Ini adalah
konsultasi jarak jauh antardokter dan clinical decision-making tools (perangkat
lunak untuk membantu diagnosis). Di samping itu, eHealth juga digunakan sebagai
sarana pendidikan jarak jauh misalnya melalui webinar dan pembelajaran online.
Contoh: Rekam
medis elektronik (EMR) dan peresepan elektronik
3.
Bioinformatika
(bioinformatics)
Pada tipe ini, aplikasi eHealth
utamanya dimanfaatkan untuk manajemen, distribusi, dan pengolahan data
kesehatan (misalnya data sebaran penyakit) untuk para akademisi dan peneliti.
Hasil olahan data tersebut umumnya dipakai sebagai dasar pembuatan kebijakan
kesehatan maupun pengobatan untuk kepentingan masyarakat umum.
Kendala
Kendala Sejauh
ini beberapa kendala implementasi yang telah dijumpai diantaranya adalah:
·
Kesenjangan Digital
Masih terbatasnya infrastruktur TIK di beberapa daerah
tentunya membatasi penyebaran implementasi e-Health. Inisiatif PLIK dan MPLIK
dari Kementerian Kominfo merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi ini
sembari menunggu selesainya inisiatif Palapa Ring untuk penyiapan infrastruktur
TIK. Namun demikian, infrastruktur TIK hanyalah salah satu aspek dari TIK,
masih diperlukan pengembangan dari sisi konten, aplikasi, SDM pendukung, selain
juga hal dasar seperti listrik yang stabil juga masih menjadi salah satu faktor
penghambat.
·
Keengganan Tenaga Kesehatan untuk
menggunakan e-Health
Dari aspek kesehatan, perlu pembangunan kapasitas untuk
mendidik para tenaga kesehatan dalam pemanfaatan TIK. Melirik negara tetangga
Filipina, pemanfaatan e-Health di negara tersebut disertai dengan kejelasan
remunerasi ketika seorang pekerja kesehatan melayani masyarakat secara jarak
jauh.
Implementasi
Penggunaan IT di Bidang Kesehatan dan manfaat penggunaan IT di bidang kesehatan
Semakin
berjalannya waktu perkembangan teknologi semakin maju dengan pesat. Tidak dapat
dipungkiri bahwa teknologi sangat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari.
Sebut saja kemajuan teknologi dalam moda transportasi, kini kita sudah tidak
perlu lagi berjalan jauh untuk pergi ke suatu tempat. Karena saat ini sudah ada
berbagai macam moda transportasi yang dapat membawa kita ke tujuan. Selain itu
kini kita juga telah mengenal yang namanya ponsel atau telepon genggam. Hanya
dengan ponsel kini kita sudah bisa menjelajahi dunia. Berbagai macam informasi
dari berbagai belahan dunia dapat kita akses hanya dengan menggunakan telepon
genggam. Selain permasalahan jarak dan komunikasi, kini teknologi juga merambah
ke berbagai sektor termasuk sektor kesehatan. Banyak sekali manfaat dan
kemudahan yang dihasilkan oleh teknologi dalam bidang
kesehatan. Diantaranya :
1.
Untuk Memudahkan Proses Pekerjaan
Dengan adanya Teknologi Informasi
di bidang kesehatan itu dapat memudahkan proses pekerjaan baik itu dari dokter,
staf rumah sakit ataupun pasien.
·
Aplikasi
e-Health
Cakupan layanan kesehatan berbasis teknologi ini luas. Tidak
hanya untuk konsultasi dokter secara online, membuat janji
konsultasi, atau untuk memesan obat, namun juga bisa untuk melakukan penelitian
dan memberikan edukasi kesehatan.
·
Aplikasi-aplikasi
yang dibangun untuk membantu dalam memudahkan pekerjaaan. Aplikasi-aplikasi dapat
digunakan secara online berbasis Web maupun Android.
aplikasi kesehatan berbasis mobile yang dapat
disetel di perangkat seluler. Salah satu contohnya adalah Klikdokter.com dan
situs sejenis.
·
Sistem
Informasi Rumah Sakit, Apotek, Puskesmas dan Laboratorium kesehatan
Sistem
Informasi Kesehatan adalah seperangkat tatanan yang meliputi data, informasi,
indikator, prosedur, teknologi, perangkat, dan sumber daya manusia yang saling
berkaitan dan dikelola secara terpadu untuk mengarahkan tindakan atau keputusan
yang berguna dalam mendukung pembangunan kesehatan
·
Sistem
Informasi Geografis Kesehatan
Sistem informasi geografi dapat digunakan untuk menentukan
distribusi penderita suatu penyakit, pola atau model penyebaran penyakit.
Penentuan distribusi unit – unit rumah sakit ataupun puskesmas – puskesmas,
fasilitas – fasilitas kesehatan maupun jumlah tenaga medis dapat pula dilakukan
dengan SIG (Sistem informasi geografi ).
·
Sistem
Informasi Asuransi Kesehatan
Sistem Informasi Asuransi Kesehatan dan Penyediaan Layanan
Informasi online ini merupakan suatu aplikasi atau software yang dirancang
untuk memenuhi dan membantu perusahaan asuransi kesehatan dalam melaksanakan
kegiatan operasional perusahaan. Aplikasi ini menyediakan fasilitas-fasilitas,
antara lain otomatisasi dalam penanganan masalah administrasi, misalnya membuat
fasilitas untuk menangani dan memproses pendaftaran pemegang polis, pembayaran
premi dan pengajuan klaim.
·
Sistem
Informasi Palang Merah Indonesia
untuk membantu pengolahan data dalam PMI berupa data Inventaris dan data pada Unit
Transfusi Darah serta informasi darah. Metode penelitian yang digunakan adalah
Research and Development. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah Sistem
Informasi PMI Berbasis web yang dapat membantu pihak pengelola data.
·
Sistem
Informasi Surveilans Terpadu
Surveilans Terpadu Penyakit merupakan proses kegiatan yang
dilakukan secara terus menerus dan sistematis, sehingga membutuhkan dukungan
perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi serta dukungan sumber daya
yang memadai sebagai suatu program Surveilans
Terpadu Penyakit.
·
Sistem
Informasi Tenaga Kesehatan
Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri
dalam bidang kesehatan serta
memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis
tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
·
Sistem
Kewaspadaan Pangan dan Gizi
Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) adalah Sistem
Kewaspadaan Pangan dan Gizi merupakan serangkaian proses untuk mengantisipasi
kejadian rentan pangan dan gizi melalui pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan,
analisis, dan penyebaran informasi situasi pangan dan gizi.
·
Sistem
Informasi Pengawasan Narkotika
pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran
gelap psikotropika, prekursor, dan bahan
adiktif lainnya kecuali
bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol.
2.
Membantu Proses Pengambilan Keputusan
Dalam mengambil keputusan para
ilmuan berkolaborasi dengan bidang ilmu komputer dan kesehatan.
·
Penggunaan
Data Mining dan Artificial Intelligence/ Machine Learning.
·
Prediction
Models for Early Risk Detection of Cardiovascular Event
·
Algoritma
Backpropagation Neural Network, Nearest Neighbor dan Desicion Tree untuk
Mendeteksi Penyakit Demam Berdarah
·
Klasifikasi
Penyakit Hipertensi Menggunakan Fuzzy Inference System dengan Menggunakan
Metode Tsukamoto
·
Deteksi
Penyakit Diabetes menggunakan Naïve Bayes berbasis Particle Swarm Optimization,
Neural Network & Algoritma Genetika,
·
Algoritma
K-Nearest Neighbor Berbasis Forward Selection untuk Diagnosis Penyakit Kanker
Payudara
·
A dual hybrid
forecasting model for support of decision making in healthcare management
·
Sistem
Informasi Rekam Medis Gigi sebagai Sarana Pengambilan Keputusan Terhadap
Identifikasi Manusia
·
Telemedicine
Telemedicine atau konsultasi online adalah praktik
penggunaan teknologi untuk memberikan pelayanan kesehatan secara jarak jauh.
Seorang dokter di satu tempat menggunakan teknologi komunikasi untuk melayani
pasien yang berada di tempat lain.
·
Magnetic
Resonance Imaging
Magnetic
resonance imaging (MRI) atau pencitraan resonansi magnetik adalah pemeriksaan yang
memanfaatkan medan magnet dan
energi gelombang radio untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh.
3.
Untuk Membantu Proses Pengobatan
Pada era modern ini sudah banyak
Teknologi informasi yang membantu dalam proses pengobatan
·
Tele-surgery
Telesurgery adalah pembedahan yang dilakukan pada
jarak jauh. Robot yang melakukan operasi akan tetapi robot tersebut
dikendalikan oleh dokter bedah tugas secara langsung dilakukan oleh sistem
robot yang dikendalikan oleh dokter bedah di site remote.
Tren teknologi dalam industri
pelayanan kesehatan menurut Ray Parker, 2018:
·
Artificial
Intelligence (Kecerdasan Buatan) akan menggantikan tenaga kerja manusia.
Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelegence atau AI dalam sistem kesehatan modern memanfaatkan
algoritma dan perangkat lunak untuk memperkirakan
pengetahuan manusia saat menganalisis informasi kompleks yang terhubung ke
layanan kesehatan.
·
Chatbots
di Pelayanan Kesehatan
Banyak hal yang dapat dilakukan oleh chatbot untuk membantu tenaga
kesehatan sebagai contoh untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat,
mulai dari menyediakan F.A.Q. (Frequently Asked Questions) mengenai
penyakit hingga memberikan layanan pemeriksaan gejala lewat teks sebelum
melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, chatbot juga memberikan
informasi terbaru mengenai penyakit secara real-time sehingga
masyarakat dapat mendapatkan informasi tersebut secara mudah.
·
Big Data dan Analytics
Dalam
memilih platform big data khususnya distribusi salah satu hal yang penting
untuk dipertimbangkan adalah kemampuan untuk menangani berbagai macam tipe data
dari sumber data yang terpisah-pisah : data klinis dalam satu silo, data
farmasi di silo yang lain, data logistik, dan lain sebagainya. Platform yang
dipilih hendaknya cukup fleksibel sehingga tenaga kesehatan dapat menggunakan
data yang kompleks seperti catatan dokter, hasil scan, dan lain sebagainya
untuk mendukung analisis terhadap pasien, bukan hanya untuk pengarsipan saja.
·
Internet of Things (IoT), Cloud Computing dan
Robots dalam Pelayanan Kesehatan
Internet of
Things merupakan teknologi pelengkap dari Cloud Computing. Kita
dapat mengambil Contoh: Layanan
kesehatan (Smart Health/E-health) melalui pemanfaatn IOT berbasis
perangkat mobile, aplikasi mobile dan jaringan internet. Pada layanan kesehatan
ini dokter dapat memeriksa pasien dan mengetahui gejala penyakit pasien melalui
aplikasi mobile berbasis IOT, koneksi internet, dan Cloud Computing. Pada
sistem ini pasien dapat melakukan input gejala/keluhan yang ada untuk kemudian
data akan dikirim ke server dan diterima oleh dokter. Berdasarkan data yang
diterima secara online dokter dapat menentukan gejala penyakit yang diderita
oleh pasien untuk kemudian diberikan penanganan. Berdasarkan contoh diatas IOT
digunakan didalamnya menjadi pelengkap terhadap teknologi Cloud Computing
khususnya dibidang kesehatan.
Didunia internasional ada tiga perkembangan utama yang
berpotensi merevolusi pelayanan kesehatan :
1.
VIRTUAL CARE
Virtual Care adalah
layanan untuk memberikan konsultasi kesehatan mata melalui medium digital atau
online.
2.
BIG HEALTH DATA
Kemampuan untuk menganalisis berbagai jenis data kesehatan
dengan volume besar dari berbagai sumber yang dihasilkan secara terus menerus
3.
TECHNOLOGICAL DEVELOPMENTS
Teknologi teknologi di bidang kesehatan seperti aplikasi
kesehatan pada smartphone, internet of things, robot yang membantu di bidang
kesehatan dan lain lain.
Comments
Post a Comment